Undang-undang sistem
pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 11 ayat 1 mengamanatkan kepada
pemerintah dan pemerintah daerah untuk menjamin terselenggaranya pendidikan
yang berkualitas bagi setiap warga Negara.
Terwujudnya pendidikan yang berkualitas juga harus dibarengi dengan
adanya peningkatan kualitas pembelajaran di dalamnya. Ada banyak cara untuk
meningkatkan kualitas pembelajaraan secara keseluruhan salah satunya adalah
dengan memberikan penilaian (assessmen). Perlu diketahui bahwa assessmen
sendiri memiliki makna yang berbeda dengan evaluasi. Angelo (1991, hal. 17
dalam Dalton, 2009) mendefinisikan assessmen sebagai suatu metode sederhana
yang dapat digunakan oleh sekolah untuk mengumpulkan umpan balik, baik itu di
awal maupun setelah proses belajar berlangsung tentang seberapa baikkah siswa
telah memahami materi yang diajarkan. Sedangkan menurut Depag yang dikutip
Sridadi (2007, dalam Dalton, 2009), penilaian adalah suatu usaha untuk
mengumpulkan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang
proses dan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa melalui kegiatan belajar
mengajar yang ditetapkan sehingga dapat dijadikan dasar untuk menentukan
langkah selanjutnya. Dan dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa asessmen
atau penilaian dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui
dan menguji kompetensi siswa dalam proses belajar mengajar.
Ada beberapa tipe tipe penilaian
yang biasa dilakukan oleh guru ketika proses belajar mengajar berlangsung.
Penilaian formatif dan penilaian summatif. Meskipun tes dan ujian tidak akan
dihilangkan dari sekolah, cara belajar siswa dapat lebih baik ketika informasi
dari berbagai macam penilaian digunakan untuk menginformasikan pelajaran,
memberikan masukan dan evaluais produk dan penampilan. Dan jenis penilaian yang berlangsung sebelum
dan selama pelajaran disebut sebagai penilaian formatif. Beberapa strategi dan
penilaian formatif ini dapat memberikan para sisiwa dan guru berbagi bentuk
informasi yang diperlukan untuk meningkatkan pelajaran dalam hal :
- Strategi
untuk mengukur kebutuhan siswa, seperti mneguji Strategi untuk mengukur
kebutuhan siswa, seperti menguji pekerjaan siswa, menganalisa grafik
organiser, dan brainstorming
- Strategi untuk mendorong
pengarahan diri sendiri, seperti penilaian diri sendiri, tanggapan teman,
dan kerja sama kelompok
- Strategi untuk memantau
perkembangan, seperti observasi informal, catatan pribadi, dan catatan
pelajaran
- Strategi untuk memeriksa
pemahaman,seperti jurnal, wawancara dan mengajukan pertanyaan informal
Ketika
penilaian formatif dapat memberi para siswa dan guru informasi tentang sebaik
apa mereka melakukan proyek, di sisi lain guru juga diminta untuk memberikan
laporan terhadap cara belajar siswa di setiap akhir unit atau proyek tertentu.
Para siswa juga ingin dan perlu mengetahui sebaik apa mereka telah melakukan. Dan
penilaian dimana dilakukan diakhir pembelajaran dalam 1 tahun, digunakan untuk
mengetahui pemaham siswa secara keseluruhan, inilah yang disebut dengan penilaian
sumatif.
Penilaian
sumatif, seperti tes setiap unit atau bab, dapat memberikan informasi berguna
jika para guru dan siswa mengambil waktu untuk lebih memperhatikan mereka. Para
guru dapat menemukan daerah kelemahan untuk membahasnya lebih dalam di
pelajaran berikutnya dan dengan kelompok siswa. Para siswa dapat
mengidentifikasi daerah yang bermasalah dan menetapkan tujuan untuk pelajaran
di masa depan.